Selasa, 30 Desember 2014

2014

Tahun dimana semua bisa terjadi.
Ada kalanya yang dulu pernah bersama, lalu berpisah. Dimana ada yang saling tidak perduli, menjadi terasa dekat. 
Tahun yang membuat suatu kesalahan seharusnya tidak dilakukan, dan akhirnya dilakukan demi suatu ego.
Kesalahan kecil, berjalan terasa sakit, berujung manis dengan suatu kata ajaib "Maaf"
Mungkin kata ajaib itu tidak terucap, bila sang Karma tidak datang untuk menegurmu. Meski terasa sakit. Tapi dia telah merajut hubungan terputus sejak lama, menjadi sesuatu ikatan layaknya simpul semenjak datangnya sang Karma.
Tahun dimana kita harus saling belajar. Belajar untuk menggenggam apa yang seharusnya kita kejar, bukan kita tunggu. Dan belajar untuk melepas genggaman ketika kita tau, segala sesuatu yang diperjuangkan pasti terlepas. Bukan karna menyerah, tapi semua yang kamu mau bukan hanya di satu arah, kamu hidup didunia bukan melihat sesosok wanita dan sesosok laki-laki. Kamu hidup didunia bukan dalam mimpi, karna kenyataan bukan selalu menjadi apa yang kita harapkan. Tahun penantian yang mungkin berawal manis, dimana ada rasa dan kata yang berjuang. Karena tidak ada yang lebih indah dari dua orang yang saling menemukan, sama-sama berhenti karena telah selesai mencari, dan tidak akan ada yang pergi karna tau bagaimana sulitnya mencari. Walau mungkin nantinya salah satu diantara kita akan mengatakan "permainan selesai"